Sering Bangun Tengah Malam Untuk Buang Air kecil?

8/24/20262 min read

Kalau setiap malam Anda harus bangun 2–3 kali untuk ke toilet, jangan cuma tahan dan anggap itu hal biasa. Coba lihat dulu kebiasaan Anda sebelum tidur.

Karena bisa jadi ada hal sederhana yang membuat Anda bolak-balik ke WC.

Yang pertama: terlalu banyak minum menjelang tidur.

Bukan berarti Anda harus mengurangi minum seharian. Justru kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi. Yang perlu diperhatikan adalah waktunya.

Kalau sebelum tidur Anda masih minum banyak, ya jangan heran kalau beberapa jam kemudian kandung kemih mulai penuh.

Kedua, kopi atau teh terlalu sore.

Buat yang merasa, “Saya cuma minum kopi satu gelas,” coba perhatikan jamnya.

Kafein pada sebagian orang bisa membuat produksi urine meningkat dan juga mengganggu tidur. Jadi bukan cuma soal berapa gelas, tapi kapan diminumnya.

Ketiga, minuman beralkohol, kalau Anda mengonsumsinya.

Alkohol juga bisa membuat Anda lebih sering buang air kecil dan tidur jadi lebih mudah terganggu.

Keempat, kaki sering bengkak di sore hari.

Ini menarik karena banyak orang tidak menghubungkannya dengan kebiasaan buang air kecil malam hari.

Saat kita berdiri dan beraktivitas sepanjang hari, cairan bisa berkumpul di bagian bawah tubuh. Ketika malam kita berbaring, cairan tersebut kembali beredar dan tubuh bisa mengeluarkannya melalui urine.

Kelima, perhatikan obat yang sedang Anda konsumsi.

Ada jenis obat tertentu yang memang bisa membuat produksi urine meningkat.

Tapi jangan pernah menghentikan atau mengubah obat sendiri. Kalau waktunya membuat tidur Anda terganggu, bicarakan dengan dokter atau apoteker.

Keenam, jangan langsung menyimpulkan penyebabnya sendiri.

Sering buang air kecil malam hari atau nokturia bisa berkaitan dengan banyak hal. Bisa karena kebiasaan minum, tetapi juga bisa berhubungan dengan masalah kandung kemih, pembesaran prostat pada pria, infeksi saluran kemih, diabetes, atau kondisi kesehatan lainnya.

Nah, daripada menebak-nebak, coba lakukan ini selama 3 malam.

Mulai catat ya :

Jam tidur.

Jam berapa saja Anda bangun untuk ke WC.

Minum apa setelah sore.

Berapa banyak kira-kira yang diminum.

Apakah kaki terasa bengkak menjelang malam.

Catatan sederhana ini bisa membantu Anda melihat polanya.

Dan kalau frekuensi buang air kecil tiba-tiba berubah, terus mengganggu tidur, atau disertai nyeri saat kencing, darah dalam urine, demam, nyeri di pinggang atau perut bawah, sebaiknya jangan hanya mengandalkan tips dari internet. Periksakan ke dokter.

Coba perhatikan mulai malam ini. Anda sebenarnya bangun karena kandung kemih memang penuh, atau ada kebiasaan sebelum tidur yang ikut memicunya?

Kalau Anda mau ngobrol tentang pola hidup dan kesehatan setelah usia 40, saya Angel. Kita ngobrol dulu saja.

WhatsApp saya: 0813 8508 1539.