Purin itu Apa? Dan Kenapa Sering Dikaitkan Dnegan Asam Urat?

9/3/20262 min read

Kalau Anda pernah punya masalah asam urat, kemungkinan besar sudah sering dengar kalimat:

“Jangan kebanyakan makan yang tinggi purin.”

Tapi coba jawab pertanyaan ini:

Purin itu sebenarnya apa?

Banyak orang hafal daftar pantangannya, tapi nggak tahu zat yang sedang dibicarakan.

Purin adalah senyawa alami yang ada di dalam sel tubuh kita dan juga terdapat dalam berbagai makanan. Saat purin dipecah oleh tubuh, salah satu hasil akhirnya adalah asam urat. Jadi hubungan keduanya memang langsung.

Gampangnya begini.

Purin → dipecah tubuh → menghasilkan asam urat.

Asam urat kemudian beredar dalam darah dan sebagian besar dibuang melalui ginjal lewat urine.

Jadi sebenarnya purin bukan sesuatu yang harus ditakuti.

Tubuh kita memang membutuhkannya sebagai bagian dari proses normal sel. Masalahnya muncul kalau kadar urat dalam tubuh terlalu tinggi atau tubuh tidak membuangnya dengan cukup baik. Kalau kadar asam urat terlalu tinggi, bisa terbentuk kristal kecil di sekitar sendi. Saat tubuh bereaksi terhadap kristal itu, sendi bisa menjadi nyeri, bengkak, dan merah.

“Berarti semua makanan yang mengandung purin harus dihindari?”

Tidak sesederhana itu.

Purin memang ada dalam banyak makanan, dan beberapa makanan memiliki kandungan purin yang lebih tinggi. Jeroan, beberapa jenis seafood, dan ikan tertentu termasuk yang sering diperhatikan dalam pengaturan pola makan untuk gout.

Tapi jangan sampai karena takut purin, Anda malah menghindari terlalu banyak makanan itu dari menu sehari-hari.

Yang lebih bijak adalah melihat pola makan secara keseluruhan, terutama kalau Anda memang sudah memiliki kadar asam urat tinggi atau pernah mengalami gout.

Ada hal lain yang juga perlu diperhatikan.

Kadar urat tidak hanya dipengaruhi oleh makanan. Tubuh sendiri menghasilkan purin dari proses normal pemecahan sel, dan kemampuan ginjal membuang urat juga berpengaruh. Faktor genetik, berat badan, alkohol, kondisi ginjal, beberapa penyakit, dan obat tertentu juga bisa meningkatkan risiko gout.

Jadi kalau Anda sudah mengurangi makanan tertentu tetapi kadar asam urat masih tinggi, jangan langsung menyimpulkan:

“Berarti saya masih salah makan.”

Bisa saja ada faktor lain yang perlu dilihat.

Coba selama beberapa hari catat makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Catat juga kalau ada keluhan seperti nyeri, bengkak, atau kemerahan pada sendi.

Bawa catatan itu saat berkonsultasi dengan dokter kalau memang diperlukan. Lebih enak membicarakan sesuatu berdasarkan data daripada hanya menebak-nebak.

Dan satu hal lagi: jangan menganggap setiap nyeri sendi sebagai asam urat. Diagnosis gout tidak cukup hanya berdasarkan lokasi sakit atau cerita makanan yang baru dimakan. Tenaga kesehatan dapat menggunakan pemeriksaan darah dan, dalam situasi tertentu, pemeriksaan cairan sendi untuk membantu memastikan diagnosis.

Jadi sekarang kalau ada yang bilang, “Hindari makanan tinggi purin karena asam urat,” Anda sudah tahu hubungan keduanya.

Purin bukan penyakit. Purin adalah bagian dari proses normal tubuh.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana tubuh menghasilkan dan membuang urat, serta apakah kadarnya sudah terlalu tinggi.

Kalau Anda ingin ngobrol tentang pola makan dan kebiasaan yang bisa mulai diperhatikan setelah usia 40, boleh hubungi saya.

Saya Angel. Kita ngobrol dulu.

WhatsApp: 0813 8508 1539.