Kalau Asam Urat Dibuat Tubuh Sendiri, Koq Jadi Masalah?

8/27/20262 min read

Kalau dengar “asam urat”, yang sering langsung muncul di pikiran biasanya jeroan, seafood, sate, lalu pantangan.

Tapi ada bagian yang jarang orang tahu.

Asam urat itu memang dibuat oleh tubuh kita sendiri.

Jadi sebenarnya, kenapa tubuh membuat sesuatu yang kemudian bisa menimbulkan masalah?

Jawabannya ada hubungannya dengan purin.

Purin adalah senyawa alami yang memang ada di dalam tubuh dan juga terdapat pada berbagai makanan. Saat purin dipecah, tubuh menghasilkan asam urat. Sebagian besar asam urat kemudian dibuang melalui urine.

Jadi memiliki asam urat sebenarnya hal yang normal.

Yang menjadi masalah adalah ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini disebut hiperurisemia.

Kalau berlangsung terus, asam urat dapat membentuk kristal yang menumpuk di sekitar sendi. Pada sebagian orang, kristal ini bisa memicu serangan gout yang terasa sangat nyeri, bengkak, merah, dan biasanya muncul pada sendi tertentu.

Nah, di sini kita sering salah fokus.

Banyak orang hanya berpikir:

“Berarti saya harus berhenti makan makanan tinggi purin.” Mengatur makanan memang penting. Tapi kadar asam urat tidak ditentukan oleh makanan saja.

Tubuh juga terus memproduksi asam urat. Selain itu, kemampuan tubuh membuangnya melalui ginjal ikut berpengaruh. Beberapa kondisi kesehatan dan obat tertentu juga dapat memengaruhi kadar asam urat.

Itulah sebabnya ada orang yang sudah mengurangi jeroan dan seafood, tetapi hasil pemeriksaannya masih tinggi. Jadi kalau Anda pernah mengalami hal seperti ini, jangan langsung berpikir:

“Berarti pantangan saya masih kurang.” Lebih baik lihat gambaran besarnya dulu.

Bagaimana pola makan Anda?

Berapa banyak cairan yang diminum?

Apakah berat badan meningkat?

Bagaimana aktivitas fisik sehari-hari?

Ada obat tertentu yang sedang dikonsumsi?

Dan yang paling penting, berapa sebenarnya kadar asam urat Anda saat diperiksa?

Jangan hanya menebak berdasarkan rasa sakit di kaki atau jempol.

Karena jempol kaki sakit belum tentu asam urat. Ada banyak penyebab lain yang bisa menimbulkan nyeri sendi.

Kalau Anda memang punya kadar asam urat tinggi atau sering mengalami nyeri dan bengkak pada sendi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Jangan menghentikan obat atau mengganti pengobatan sendiri hanya berdasarkan informasi dari internet.

Kalau mau mulai dari hal sederhana, coba simpan hasil pemeriksaan laboratorium Anda dan catat kapan keluhan muncul. Dari situ Anda punya informasi yang lebih jelas daripada sekadar mengatakan, “Kayaknya asam urat saya naik.”

Jadi, asam urat bukan musuh. Tubuh memang membutuhkannya dalam jumlah tertentu. Yang perlu diperhatikan adalah ketika kadarnya terlalu tinggi dan tubuh tidak mampu mengaturnya dengan baik.

Kalau Anda ingin ngobrol soal pola makan, kebiasaan sehari-hari, atau bagaimana saya sendiri memperhatikan kesehatan setelah usia 40, boleh chat saya.

Saya Angel. Kita ngobrol dulu saja.

WhatsApp: 0813 8508 1539.