Jangan Terlalu Bersih! Ini 3 Bagian Tubuh yang Justru Punya Bakteri Baik

selective focus photo of woman standing behind green treesselective focus photo of woman standing behind green trees

Waktu kecil kita sering diingatkan,

"Kalau mau sehat, tubuh harus bersih."   Nasihat itu memang benar.

Tetapi setelah ilmu kedokteran berkembang, ada satu hal menarik yang mulai banyak dipelajari.  Tubuh manusia ternyata tidak dirancang untuk steril.

Di kulit, usus, mulut, bahkan di beberapa bagian tubuh lainnya hidup miliaran bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Mereka dikenal sebagai mikrobioma.  Kalau semuanya dibersihkan sampai habis, yang hilang bukan hanya kuman penyebab penyakit.  "Benteng pertahanan" alami tubuh juga ikut berkurang.

Tubuh Punya Sistem Perlindungan Sendiri

Banyak orang mengira semakin kuat sabun antiseptik yang digunakan, semakin sehat tubuhnya.

Kenyataannya tidak selalu begitu.  Tubuh sudah memiliki lapisan pelindung alami.

Ada minyak alami di kulit.  Ada bakteri baik di usus.  Ada mikroorganisme yang menjaga keseimbangan di beberapa organ.  Selama keseimbangannya terjaga, mereka membantu mencegah bakteri atau jamur berbahaya berkembang terlalu banyak.   Karena itu, tujuan menjaga kebersihan bukan membuat tubuh steril.

Tetapi menjaga keseimbangannya.

1. Kotoran Telinga Tidak Selalu Harus Dibersihkan

Banyak orang merasa telinga harus selalu bersih.   Sedikit terlihat kuning langsung diambil dengan cotton bud.

Padahal kotoran telinga memiliki fungsi.  Lapisan ini membantu menjaga kelembapan liang telinga sekaligus menghambat masuknya debu, serangga kecil, dan pertumbuhan beberapa mikroorganisme.

Yang sering terjadi justru sebaliknya.   Cotton bud mendorong kotoran semakin masuk ke dalam.

Akibatnya telinga tersumbat atau bahkan mengalami iritasi.   Membersihkan bagian luar telinga saat mandi sudah cukup bagi sebagian besar orang.

2. Area Kewanitaan Memiliki Sistem Keseimbangan Sendiri

Banyak produk menawarkan sabun pembersih kewanitaan dengan berbagai aroma.

Padahal area ini memiliki tingkat keasaman (pH) dan bakteri baik yang memang dirancang untuk saling menjaga keseimbangan.

Kalau terlalu sering menggunakan antiseptik atau sabun yang keras, keseimbangan tersebut bisa berubah.

Sebagian wanita kemudian mengalami gatal, iritasi, atau infeksi jamur yang berulang.

Air bersih umumnya sudah cukup untuk menjaga kebersihan area ini sehari-hari, kecuali ada kondisi medis tertentu yang memerlukan penanganan khusus.

3. Kulit Tidak Suka Terlalu Kering

Kulit memproduksi minyak alami setiap hari.   Fungsinya menjaga kelembapan sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit.   Kalau mandi berkali-kali menggunakan sabun yang terlalu keras, lapisan tersebut ikut hilang.

Kulit menjadi lebih kering.  Lebih mudah pecah.   Lebih sensitif terhadap iritasi.

Terutama setelah usia 40 tahun, produksi minyak alami mulai berkurang.   Karena itu, memilih sabun yang lembut sering kali lebih baik dibandingkan dengan sabun yang terasa "kesat".

Kesehatan Tidak Dimulai dari Sabun

Kalau sistem imun sedang baik, tubuh biasanya lebih mampu menjaga keseimbangannya sendiri.

Sebaliknya, kalau daya tahan tubuh menurun, masalah kulit, sariawan, infeksi saluran cerna, atau gangguan pencernaan lebih mudah muncul.

Itulah sebabnya perhatian terhadap kesehatan sekarang tidak lagi hanya berbicara soal kebersihan dari luar.

Yang mulai banyak dibahas adalah bagaimana menjaga kesehatan dari dalam.

Mulailah dari Kebiasaan Sederhana

Beberapa langkah berikut jauh lebih bermanfaat dibanding terlalu sering menggunakan antiseptik.

  • Perbanyak makanan yang mengandung serat.

  • Konsumsi makanan fermentasi seperti tempe, yoghurt tanpa gula, atau kimchi sesuai kebutuhan.

  • Tidur cukup setiap malam.

  • Hindari penggunaan antibiotik tanpa anjuran dokter.

  • Gunakan sabun secukupnya, bukan berlebihan.

Kebiasaan kecil seperti ini membantu menjaga keseimbangan mikrobioma yang berperan penting terhadap sistem imun.

Ketika Nutrisi dari Dalam Juga Dibutuhkan

Selain menjaga pola hidup, banyak orang juga mulai memperhatikan asupan nutrisi yang mendukung kesehatan usus dan sistem imun.

Salah satunya adalah Utsukushhii, suplemen nutrisi dari Jepang yang mengandung Salmon Ovary Peptide, probiotik, dan berbagai nutrisi pendukung lainnya.

Utsukushhii bukan obat.

Produk ini digunakan sebagai suplemen nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh dan mendukung kesehatan saluran pencernaan serta sistem imun sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Kesehatan yang baik tidak berarti tubuh bebas dari semua bakteri.

Yang jauh lebih penting adalah tubuh memiliki keseimbangan yang baik sehingga mampu melindungi dirinya sendiri.

Kalau Anda ingin mengetahui apakah Utsukushhii sesuai dengan kondisi kesehatan yang sedang Anda alami, atau ingin berkonsultasi mengenai cara menjaga kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh, silakan hubungi saya.

Angel Pangkey
📲 WhatsApp: 0813 8508 1539