ISPA Lagi Naik di Jakarta. Apa yang Perlu Dilakukan?

9/21/20261 min read

Belakangan ini rasanya gampang banget dengar orang batuk, pilek, demam, atau bilang, “Aduh, badan lagi nggak enak.”

Di Jakarta sendiri, ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang dipantau Dinas Kesehatan. Data surveilans terbaru juga menunjukkan ribuan kasus ISPA tercatat bulan ini.

Nah, buat kita yang sudah 40+, saya justru lebih tertarik membahas satu hal:

Kalau sedang banyak orang sakit seperti sekarang, apa yang harus kita lakukan?

Pertama, jangan tunggu sampai badan benar-benar tumbang baru mulai peduli.

Kalau mulai merasa tenggorokan nggak enak, badan pegal, pilek, batuk, atau demam, kurangi aktivitas yang tidak perlu. Kalau harus berada di tempat ramai atau sedang sakit, pakai masker.

Kedua, jangan merasa “ah, paling cuma flu.”

Gejala infeksi saluran pernapasan bisa ringan, tapi bisa juga menjadi lebih berat pada orang tertentu, terutama yang punya penyakit penyerta atau kondisi kesehatan tertentu.

Ketiga, jangan lupa tidur.

Ini sering dianggap sepele.

Padahal saat badan sedang melawan infeksi, istirahat itu bukan kemewahan. Tubuh memang butuh waktu untuk pulih.

Dan satu lagi yang sering saya lihat.

Begitu mulai nggak enak badan, langsung sibuk mencari vitamin, suplemen, atau obat macam-macam.

Padahal pertanyaan pertama seharusnya :

“Saya sebenarnya sedang sakit apa?”

Kalau gejalanya memburuk, tidak membaik setelah beberapa hari, atau Anda merasa kondisi tubuh tidak seperti biasanya, lebih baik diperiksa daripada menebak-nebak sendiri. Kemenkes juga mengimbau masyarakat segera mengakses fasilitas kesehatan bila gejala memburuk atau tidak membaik lebih dari tiga hari.

Buat Kamu yang usia 40+ itu bukan berarti kita harus takut sakit ya.

Tapi menurut saya, kita sudah terlalu tua untuk menganggap remeh sinyal dari tubuh.

Jangan tunggu sampai badan benar-benar menyerah baru kita mulai peduli.