Postingan blog

Deskripsi blog

8/31/20262 min read

Kalau dengar “asam urat”, biasanya orang langsung ingat satu hal: sendi sakit.

Ada yang langsung bilang, “Wah, asam urat nih.”

Padahal belum tentu.

Asam urat sendiri sebenarnya bukan nama penyakit. Asam urat adalah zat yang memang dihasilkan tubuh ketika memecah purin. Purin ini secara alami ada di dalam tubuh dan juga terdapat dalam berbagai makanan.

Jadi, setiap hari tubuh kita memang menghasilkan asam urat.

Setelah itu, sebagian besar asam urat dibuang melalui urine. Sisanya keluar melalui tinja.

Sampai sini sebenarnya normal.

Lalu kapan ini jadi masalah?

Masalah muncul ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini disebut hiperurisemia.

Pada kondisi tertentu, kelebihan asam urat bisa membentuk kristal di sekitar persendian. Nah, kristal inilah yang dapat memicu gout atau serangan nyeri sendi yang biasanya disertai bengkak dan kemerahan.

Jadi ada tiga hal yang sebaiknya jangan dicampur aduk:

Asam urat adalah zat yang dibuat oleh tubuh.

Kadar asam urat tinggi adalah kondisi ketika jumlahnya di dalam darah terlalu tinggi.

Gout adalah penyakit yang bisa terjadi ketika kristal urat menumpuk di sendi dan menimbulkan peradangan.

Ini penting karena banyak orang langsung menyamakan semuanya.

Begitu jempol kaki sakit, langsung bilang asam urat.

Padahal nyeri sendi bisa punya banyak penyebab. Tidak tepat menentukan penyebab hanya dari lokasi atau rasa sakitnya.

Dan satu lagi yang sering salah: Asam urat bukan cuma urusan orang tua.

Memang risiko gout meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi kondisi ini juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda. Faktor genetik, berat badan, pola makan, fungsi ginjal, kondisi kesehatan tertentu, serta obat-obatan tertentu bisa ikut berperan.

Jadi kalau Anda masih 40-an dan merasa, “Ah, saya masih muda,” jangan terlalu cepat merasa aman. Sebaliknya, kalau hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat tinggi tetapi Anda tidak merasa sakit, jangan langsung panik juga.

Ada orang dengan hiperurisemia yang tidak mengalami gejala. Karena itu, angka pemeriksaan dan kondisi tubuh tetap perlu dilihat bersama, bukan hanya berdasarkan ada atau tidaknya rasa sakit.

Kalau Anda ingin mulai lebih memperhatikan kesehatan, langkah sederhananya bukan langsung mencari pantangan sebanyak-banyaknya.

Kenali dulu kondisinya.

Kalau pernah melakukan pemeriksaan, simpan hasil lab Anda. Kalau ada keluhan sendi yang berulang, catat kapan muncul dan seperti apa keluhannya. Kalau hasilnya tinggi atau keluhan mengganggu, bicarakan dengan dokter. Jangan menebak-nebak sendiri.

Karena memahami asam urat itu bukan sekadar tahu makanan apa yang harus dihindari. Kita perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh.

Kalau Anda ingin ngobrol tentang pola hidup dan cara saya menjaga kesehatan setelah usia 40, boleh hubungi saya, Angel. Kita ngobrol dulu saja.

WhatsApp: 0813 8508 1539.